Narasi Harian
Minggu, 2 Agustus 2026
Lokasi: Posko KKN Desa Padangasri
Momen Hangat dan Penuh Pengarahan di Posko Padangasri
Minggu, 2 Agustus 2026, menjadi salah satu momen penting bagi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Padangasri. Tepat pada pertengahan masa pengabdian, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) melakukan kunjungan lapangan langsung ke posko untuk meninjau perkembangan kegiatan, kondisi kesehatan tim, serta memberikan pengarahan strategis terkait program kerja yang sedang berlangsung.
Kedatangan DPL disambut hangat oleh seluruh anggota tim KKN. Suasana kekeluargaan langsung terasa saat rombongan disambut di ruang utama posko dengan sajian sederhana hasil kebersamaan mahasiswa. Kunjungan ini bukan sekadar bentuk evaluasi akademis, melainkan juga wadah silaturahmi dan penyemangat bagi mahasiswa di tengah padatnya dinamika lapangan.
Agenda Utama Kunjungan
Evaluasi dan Monitoring Program Kerja (Proker)
Ketua tim KKN memaparkan capaian program kerja yang telah terlaksana, baik di bidang pemberdayaan masyarakat, pendidikan, lingkungan, maupun tata kelola administrasi desa. DPL memberikan apresiasi atas inovasi program yang telah berjalan serta memberikan masukan konstruktif untuk mengoptimalkan program yang masih tersisa.
Diskusi Kendala dan Solusi Lapangan
Dalam sesi diskusi interaktif, mahasiswa menyampaikan beberapa tantangan yang dihadapi di lapangan, seperti koordinasi jadwal dengan warga lokal dan penyesuaian anggaran operasional. DPL memberikan arahan teknis serta pendekatan persuasif agar program tetap berjalan efektif tanpa mengesampingkan kearifan lokal Desa Padangasri.
Pengecekan Kondisi Posko dan Kesehatan Mahasiswa
DPL turut memastikan kelayakan fasilitas posko, kebersihan lingkungan tinggal, serta kondisi kesehatan fisik dan mental seluruh anggota tim. DPL menekankan pentingnya menjaga kekompakan, kesehatan, dan etika bermasyarakat selama menjalankan tugas.
Penutup dan Motivasi
Kunjungan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi resmi kegiatan supervisory visit. Sebelum berpamitan, DPL memberikan pesan penutup yang membakar semangat seluruh mahasiswa:
"Keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari seberapa banyak program kerja yang selesai, tetapi dari seberapa besar dampak positif dan rasa kekeluargaan yang ditinggalkan untuk masyarakat Desa Padangasri."
Kunjungan pada 2 Agustus 2026 ini membawa energi baru bagi tim KKN Padangasri untuk melangkah lebih optimis dalam menyelesaikan sisa masa pengabdian dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi.
Lokasi kedua dirumah duka warga padangasri ,
Malam di Desa Padangasri, Jatirejo, Mojokerto, selalu membawa keheningan yang berbeda saat bendera kuning tertancap di ujung gang. Kabar duka menyebar cepat lewat pengeras suara masjid, memanggil warga untuk melangkahkan kaki menuju rumah duka. Tanpa perlu diaba-abai, para tetangga, kerabat, dan jamaah yasinan mulai berdatangan, membawa kitab suci dan niat tulus untuk menghantar kepergian almarhum/almarhumah.
Di ruang tamu yang telah dilapisi tikar pandan, susunan saf terbentuk secara alami. Wangi harum wewangian kayu cendana dan asap kemenyan tipis membumbung, berpadu dengan udara malam desa yang dingin. Para ibu sibuk di dapur menyiapkan tetelan air hangat dan piring-piring kue untuk peziarah, sementara kaum pria duduk bersila merapat, membuka lembaran Surah Yasin dan Tahlil.
Suara lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an pun mulai membumbung serempak. Nada khas tadarus warga Padangasri terdengar mengalun lembut namun tegas, menggetarkan sudut-sudut rumah duka. Setiap bait doa yang dipanjatkan bukan sekadar tradisi, melainkan wujud solidaritas antarwarga dan pelipur lara bagi keluarga yang ditinggalkan. Mengaji di rumah orang meninggal di Padangasri menjadi pengingat nyata tentang eratnya tali silaturahmi, di mana beban duka ditanggung bersama melalui untaian doa agar jalan almarhum/almarhumah melapang menuju Sang Pencipta.